Teologi Misi PL dan PB

TEOLOGI MISI DALAM PL DAN PB

Oleh: Steno Wirawan S.

( STT Nusantara, Angkatan 2013)

PERJANJIAN LAMA

 

    Allah sebagai konseptor dalam bermisi.

    Dalam kitab taurat konseptor awal dalam bermisi diawali sejak manusia jatu ke dalam dosa (Kejadian 3:1-24) akibat melanggar Perintah Allah yaitu: memakan buah pohon pengetahuan (Heb.Da’at) yang baik (Heb.Tob) dan jahat (Heb.Ra’a) yang berdampak adanya hukuman mati (Heb.Maut) bagi manusia. Hukuman mati inilah persoalan besar bagi manusia dihadapan Allah.

    Dalam hal ini Allah menyatakan Konsepnya dengan cara Allah datang sendiri ke dunia dalam diri Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari hukuman mati (Yohanes 3:16).

    Allah sebagai motivator dalam bermisi.

    Allah menyatakan Motivatornya dalam bermisi pada awal kitab taurat adalah ingin menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa berbentuk Perjanjian (Heb.Be-rit) yang di ikat 2 pihak yaitu : pertama adalah Allah dan dan yang kedua adalah manusia. Dan pihak pertama selalu setia tapi sebaliknya pihak kedua tidak setia. Perjanjian Tersebut Yaitu :

    •  Perjanjian eden/janji keselamatan (Kejadian 3:15) : perjanjian antara Allah dengan Adam dan Hawa, perjajian ini berlaku untuk semua keturunan Hawa. Tujuan Allah yaitu ingin meremukan kepala ular yaitu Dosa.
    •  Perjanjian melalui Nuh : perjanjian ini merupakan pembaharuandari perjanjian Eden (Kejadian 7-8) perjanjian ini berlaku untuk semua keturunan Nuh.
    •  Perjanjian melalui Abraham : keselamatan dari Allah untuk semua umat manusia perjajian ini melalui Abraham dan berlaku untuk semua keturunan Abraham.
    •  Perjajian melalui Ishak : Keselamatan keturunan Abraham melalui Ishak Anak Abraham sebagai Anak perjanjian dan Anak yang di berkati Allah, perjajian ini berlaku untuk keturunan Ishak (Kejadian 25:5,11).
    •  Perjajian melalui Yakub : berkat Ishak yang berasal dari Allah diberiakan kepada Yakub dan keturunanya (Kejadian 27:27-29). 
    •  Perjajian melalui bangsa Israel : Dalam bagian ini dimana terjadinya Tulah –tulah di mesir dan tujuan dalam misi tersebut adalah agar Nama Tuhan dimasyurkan di seluruh Bumi.

    Allah memberikan hukum taurat kepada bangsa Israel (Kitab : Imamat,Bilangan,Ulangan)

    Setelah itu Allah memberikan HUKUM TAURAT kepada bangsa Israel bertujuan untuk agar bangsa Israel memiliki Akal Budi yang Bijaksana (Ulangan 4:6) Dan Israel memiliki Allah yang hidup yang Maha hadir di tengah-tengah umatnya dalam perjalan dari Mesir menuju dataran Moab.


    Kitab Sejarah (Yosua – 1&2 Daniel)

    Umat Israel adalah umat dari keturunan Abraham melalui Ishak bukan Ismael, dan daripada Yakub bukan Esau yang telah menerima janji tanah Kanaan sebagai milik pusaka nenek moyangnya dari Allah, Umat israel dibesarkan di mesir sebab pada waktu itu mereka menjadi budak bangsa mesir,dan berhasil keluar dari masa perbudakan melalui Musa. tujuan Allah mengeluarkan bangsa Israel dari tanah Mesir agar bangsa Israel beribadah kepada Allah (Keluaran 3:12; 7:16; 8:1) dengan peraturan dan ketetapan dari Allah bagi bangsa tersebut . Perjajian Allah kepada bangsa Israel dikenal dengan Perjanjian Sinai yang menyatakan bahwa bangsa Israel adalah harta kesayangan Tuhan,dan tujuanya adalah agar Israel memiliki Kehidupan yang berbeda dari bangsa lain baik dalam sikap moral dan etis.dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam misi ini yaitu memperkenalkan Allah ke tengah-tengah bangsa kafir melalui bangsa Israel (Yosua 4:23-24). Allah menyatakan Dirinya dalam bentuk Mujizat-mujizat tanda Ajaib akan tetapi setelah Yosua mati Israel gagal menjalankan misi Allah dalam pemerintahan Hakim-hakim. Selain Bangsa Israel, Allah menjalankan misinya melalui Daud dan misi tersebut dinyatakan pada saat kejadian Besar pada saat Daud mengalahkan Goliad Panglima perang bangsa filistin ( I Samuel 17:46). Dan setelah Daud misi Allah selanjutnya melalui Salomo, Salomo adalah anak Daud dari Betsyeba. Dalam zaman salomo banyak orang-orang kafir yang merelakan diri untuk membangun Bait Allah dan dalam Doanya ( I Raja-raja 8:41-43 dan I Raja-raja 8:60) terdapat 153.600 orang kafir ikut membangun Bait Allah.


    Kitab Syair/Hikmat ( Hikmat Salomo,Ayub,Mazmur 117:1-2)

    •  Dalam Kitab Ayub : Inti Theologi misi dalam Kitab ini adalah langsung menuju kepada penebusan Yesus Kristus ( Ayub 19:25)
    •  Dalam Kitab Mazmur : Dalam kitab ini berpusat kepada tema Allah yang memiliki perintah diatas segala-galanya di bumi. Oleh sebab itu semua bangsa – bangsa harus sujud dan harus tunduk di hadapanNya, Dan dalam kitab ini banyak diceritakan tentang kasih saying allah kepada Orang-orang Berdosa. Kata Ibrani Mazmur adalah tehellim, kata tersebut berasal dari kata Halel sehingga muncul kata Haleluya yang berati Pujian, hampir di setiap Pasal dalam kitab Mazmur berisi Pujian kecuali Pasal 88, Misi Allah dalam Mazmur adalah pribadi Allah yang layak dipermuliakan dan ditinggikan.
    •  Dalam Kitab Amsal : Kitab Amsal ini ditulis sendiri oleh Raja Salomo yang terkenal dengan Hikmatnya dan dapat disimpulkan bahwa kitab ini mengarah kepada Yesus Kristus yang menerangi dalam hidup atau bisa juga disebut Yesus Kristus sebagai Hikmat.
    •  Kitab Para Nabi
    •  Dalam kitab Para Nabi ini dapat di simpulkan bahwa Kitab para nabi adalah kitab nubuatan tentang Yesus Kristus.

    Kitab para nabi di bagi menjadi 3 bagian yaitu:

     Pre Pembuangan/sebelum pembuangan :dimana para nabi menjalankan misi sebelum kerajaan Israel pecah menjadi dua bagian yaitu : Utara dan Selatan.

     Pembuangan:dimana para nabi menjalankan misi di tempat mereka dibuang dalam masa pembuangan tiga pilar utama bagi orang Yahudi,hukum Taurat,Sinagoge dan Rabi/guru.

     Pasca pembuangan : dimana para nabi menjalankan misi di tempat mereka berasal sebelum mereka dibuang.


    Dan dalam kitab para nabi ini terjadi pertemuan antara PL dan PB.

     

    PERJANJIAN BARU

     

      •  Injil Matius : Misi dalam injil ini adalah tentang pemuridan dimana gereja harus melahirkan murid untuk melaksanakan amanat agung.

      •  Injil Markus : Misi dalam injil ini adalah pengutusan untuk memberitakan amanat agung namun titik awal dari misi ini adalah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias ke dunia dan inti misi adalah tentang kehidupan Yesus Kristus dari kedatanganya sampai kebangkitan, Gerakan misi ini setelah Kebangkitan Yesus dan naik ke surga dan murid-murid memberitakan ke segala penjuru.

      •  Injil Lukas : Dalam kitab injil Lukas menyatakan bahwa Yesus sebagai utusan Allah satu-satunya untuk menyelamatkan dunia/manusia dari dosa dalam biografinya .(Lukas 1:68-69 ; 2:30-32 ; 4:18 ; 9:48 ; 10:16)

      • Kisah Para Rasul, - menyatakan dengan jelas bahwa Allah mengutus Yesus untuk turun ke dunia dengan tujuan menebus dosa manusia untuk menderita,sengsara,disalibkan, sesudah tiga hari di bangkitkan dan naik ke surga dengan memberi Amanat Agung yang harus diemban para murid. Melalui pimpinan Roh kudus para rasul memberitakan Amanat Agung tersebut ke seluruh penjuru Bumi dan membangun gereja-gereja yang adalah orang-orang yang dikuduskan, takut akan Tuhan, dan menyebarkan injil di seluruh bumi. Namun pada masa PB juga muncul gereja Antiogi, yang menentang ajaran Kristus berbangsa Yunani dan Yahudi.

      • Dalam kitab Roma dan Surat-surat Paulus yang lain.

      Dalam Kitab Roma, Paulus meyakinin bahwa Injil adalah Kebenaran   Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16) yang bertitik tolak dari iman, dan dari hal ini melahirkan Teologi misi yang telah dibuktikan oleh pribadi Paulus sendiri dan hal tersebut merupakan motivasi bagi pemberitaan Injil.

      Manusia memerlukan berita Injil sebab manusia sudah jatuh kedalam dosa dan kehilangan kemulian dihadapan Allah serta menjauh daripada Allah dan lebih mendekat kepada kesesatan ( Roma 1:8-3:20) maka dari hal tersebut di butuhkan kuasa untuk membenarkan dan menebus dosa manusia yang terdapat pada pribadi Yesus Kristus karena dalam pribadi Kristus terdapat Kasih ,damai sejahteraTuhan.

      Selain itu misi Allah di kitab Roma adalah menghendaki Umat menjadi Umat yang baru, percaya kepada Kristus, memiliki hidup kudus.    

       

      Dalam Kitab Korintus. ( I Korintus 15 : 1-11)

      Kitab tersebut menegaskan Paulus dalam menjalankan misiNya lebih condong ke dalam pribadi Yesus kristus yaitu: Dia mati di kayu salib, dikuburkan, pada hari ketiga bangkit dan menampakan diri   semua itu lakukan untuk semua orang yang percaya kepadanya,semua didasarkan begitu besar kasih-Nya bagi umat manusia. Dalam misi ini paulus bekerja keras untuk memberitakan hal tersebut.

       

      Dalam Kitab Kolose (Kolose 1:28-29)

      Dalam kitab ini menceritakan Paulus menjalankan tugas memberitakan Injil agar mereka yang percaya memperoleh kesempurnaan dalam Yesus Kristus dengan sekuat tenaga dan pantang menyerah.  

       

      Dalam Kitab Tesalonika ( I Tesalonika 1:28-29)

      Dalam konteks ini Paulus menegaskan tetang pentingnya bagi orang percaya untuk memperoleh upah saat Yesus kristus datang kali yang kedua.

       

      Dalam Kitab Ibrani.

      Dalam kitab Ibrani di awali dengan mengetengahkan gerakan keselamatan dari Yesus Kristus yang sudah disediakan tidak disia-siakan. Respon orang percaya adanya keselamatan tersebut harus dipertanggung jawabkan selama ada di dunia dan sampai pada tujuan akhir yaitu panggilan surgawi bisa juga disebut perhentian yang kekal. Bagi mereka yang baru mendengar tetang keselamatan besar ini diharapkan jangan mengeraskan hati seperti bangsa Israel di padang Gurun (Ibrani 3:7-8). Hal ini dapat di cermati bahwa bangsa Israel dibawah pimpinan Musa tidak dapat masuk ke tanah perjanjian yaitu Kanaan.  

       

      Dalam Kitab I Petrus.

      Dalam kitab I Petrus ini mengetengahkan Teologi misi yang menekankan kehidupan Israel berdasarkan Perjanjian Sinai ( Keluaran 19:5-6) bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri ( I Petrus 1:9). Bangsa-bangsa tersebut di beri tugas dan tanggung jawab untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar tentang Kristus yang melepaskan manusia dari jurang kegelapan menuju terangnya yang ajaib (I Petrus 2:9) sehingga sadar bahwa mereka menjadi umat Allah ( I Petrus 2:10).  

       

      Dalam Kitab Wahyu.

      Gerakan misi dalam kitab Wahyu dilandasi subyek dan obyek misi. Subyek misi merupakan pelaku misi itu sendiri sedangkan Obyek misi yaitu manusia dari tiap Suku, bahasa, kaum dan bangsa yaitu dunia secara Universal. Dalam kitab wahyu sendiri pelaku atau subyek misiNya adalah Yesus Kristus yang selalu bangkit dari orang mati ( Wahyu 1:5,9)   dalam hal ini kitab wahyu menekan agar setiap orang percaya kepada Yesus Kristus untuk tetap berjuang dan bertanggung jawab untuk menang dan tetap melaksanakan Amanat Agung.

       


      DAFTAR PUSTAKA:

      Swismanto, Puji , Theologi Misi/PI. Salatiga: STT Nusantara, 2009

      Losar, Habbard, Pengatar Perjanjian Lama 1.Jakarta:BPK Gunung Mulia.1995

      Croenen OFM. Pengantar ke dalam Perjanjian Lama, Kanisius. Yogyakarta:1979

      Blommendaal.Pengantar Kepada Perjanjian Lama . Jakarta: BPK Gunung Mulia.1996

      ___________ Tafsiran Alkitab Masa Kini I dan 2. Jakarta: Bina Kasih OMF 1994

      Drewnes.Satu Injil Tiga Pekabar. Jakarta BPK Gunung Mulia.1997

      Chapman, Adina. Pengantar Perjajian Baru. Bandung : Kalam Hidup.1995

      Leon , Mavisa. Theologi Perjanjian Baru. Malang : Gandum Mas . 1996