Kepemimpinan dan Komunikasi

BAB I

PENDAHULUAN 

 

Salah satu tanggung jawab yang terpenting dan sulit dari seseorang pemimpin adalah komunikasi. Komunikasi ialah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam menjamin pengertian antara pemimpin sendiri dan orang lain. Suatu refleksi akan memperlihatkan bahwa effektivitet seorang pemimpin untuk sebagian besar terletak pada keahliannya dalam komunikasi. Rencana-rencana dapat dilaksanakan, susunan dapat dijadikan effektif, motivasi dapat berlangsung, pengawasan serta penilitian dapat dijalankan, apabila pemimpin dapat memberikan maksud pemimpin kepada orang-orang lain dan mengerti apa yang hendak orang lain beritahukan kepada pemimpin.

Setiap waktu pemimpin hendak bekerja dengan atau melalui orang-orang lain, pemimpin harus membangun sebuah jembatan pengertian, yakni komunikasi. Hal tersebut merupakan fase dalam setiap kontak antar manusia. Apa yang ingin diketahui seseorang tentang bawahan dan atasan, bagaimana pemimpin dalam pandangan seseorang tergantung pada fakta-fakta, kesan-kesan dan perasaan-perasaan yang pemimpin komunikasikan.

Komunikasi tidak dapat dianggap ringan dengan pemikiran sederhana bahwa setiap orang dapat berbicara pasti dapat melakukan komunikasi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya konsekuensi negatif, atau kerugian yang ditimbulkan oleh kesalahan komunikasi. Dengan kata lain komunikasi perlu dimengerti segi-seginya, perlu dipahami dan dilatih sampai orang menguasai komunikasi. Dengan penguasaan kemampuan komunikasi yang baik diharapkan dapat terhindar dari akibat buruk karena kesalahan komunikasi.

Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis melihat bahwa pentingnya komunikasi yang baik perlu untuk dimiliki seorang pemimpin untuk menjalani tugas atau aktivitasnya di dalam kehidupan ini. Dan melalui paper ini, penulis ingin mengangkat judul: “PERANAN KOMUNIKASI YANG BAIK BAGI SEORANG PEMIMPIN.”

 

BAB II

ISI

  1.  Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi berpangkal pada perkataan latin communis, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata communis adalah communico, yang berarti membagi atau berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan.

Komunikasi dalam kehidupan menjadi jembatan untuk mengantar seseorang pada berbagai kebutuhan, karena itu komunikaasi merupakan bagian dari kehidupan. Dalam keseharian, orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi daripada aktifitas yang lainnya, dan dapat dipastikan bahwa seseorang berkomunikasi hampir di semua aspek kehidupan. Lebih dari itu, Enjang (2009) mengatakan, “ Humans are talked into humanity”, yang berati bahwa seseorang memperoleh identitas pribadi selama orang tersebut berkomunikasai dengan orang lain. Bahkan bagi seseorang yang menggeluti satu profesi, ketrampilan berkomunikasi sangat mempengaruhi keberhasilan dalam profesi. Dengan demikian komunikasi merupakan hal yang penting untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun profesi.

Menurut Supramono (2001), Komunikasi adalah menyampaikan informasi dari pengirim kepada penerima sehingga penerima memperoleh pengertian tentang informasi tersebut. Komunikasi merupakan kecakapan yang penting bagi seorang pemimpin karena perintah-perintahnya atau idenya dapat dilakukan oleh bawahannya dengan baik hanya kalau bawahannya mengetahui dengan tepat apa yang dimaksud oleh atasannya. Komunikasi merupakan sarana bagi terlaksananya kegiatan kelompok. Pimpinan mengetahui informasi-informasi mengenai pasar, saingan, produk, dan saluran distribusi karena adanya informasi, sebaliknya bawahan mengetahui kebijakan, startegi, dan rencana-rencana, perusahaan juga karena adanya komunikasi.

Dalam hal ini penulis sependapat, bahwa komunikasi adalah suatu proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, dan lain sebagainya. Dan perpindahan yang efektif memerlukan tidak hanya transmisi data, tetapi bahwa seseorang mengirimkan berita dan menerimanya sangat tergantung pada ketrampilan-ketrampilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi. Dan dalam kaitannya dengan kepemimpinan, komunikasi dapat diartikan sebagai proses transaksi pengiriman pesan secara dua arah, yaitu dari pemimpin kepada orang yang dipimpin, dan sebaliknya.

2.Komunikasi yang baik  

Bila seorang pemimpin hendak memperkembangkan keahliannya dalam komunikasi, pertama-tama pemimpin tersebut harus mengerti apa yang dimaksud dengan komunikasi dan bagaimana mengadakannya. Biasanya seorang pemimpin memandang komunikasi sebagai proses pemberitahuan. Artinya seorang pemimpin harus menyampaikan pada orang-orang lain apa yang dia ingin supaya dimengerti, dipikirkan dan dilakukannya. Tetapi pemberitahuan tidak cukup untuk pengertian. Komunukasi dalam kepemimpinan merupakan proses empat babak :

1. Meminta

Sebagai pemimpin terkadang lupa akan tindakan yang diperlukan untuk menjalankan proses komunikasi yakni meminta informasi kepada orang-orang lain informasi yang tidak dimilikinya, tetapi yang rasanya diperlukan dan ini berlaku pada semua taraf. Seorang pemimipin profesional tidak menunggu sampai informasi tersebut diberikan kepadanya, tetapi dimintanya.

2. Memberitahukan

Untuk dimengerti orang, seorang pemimpin harus menyampaikan pesannya. Hal ini memerlukan pemberitahuan yang juga merupakan suatu proses dimana seorang pemimpin senantiasa harus memberitahukan kepada bawahan tentang soal-soal yang menyangkut mereka. Atasanpun harus diberitahukan tentang masalah-masalah, perkembangan-perkembangan dan tindakan-tindakan yang menyangkut tanggungjawabnya.

3. Mendengar

Bila seorang pemimpin ingin mengadakan komunikasi sepenuhnya, yakni apa yang diberitahukan kepada pemimpin oleh orang lain, maka pemimpin harus mendengar. Hal ini adalah keahlian yang sulit untuk dipelajari dan yang tidak selalu dihubungkan dengan proses komunikasi. Mendengar memerlukan disiplin diri sendiri dan pengendalian dorongan hati yang amat kuat untuk berbicara. Penguasaan dalam keahlian mendengar merupakan jaminan yang paling baik, bahwa pemimpin akan menerima dan mengerti pesan-pesan yang disampaikan kepadanya.

4. Mengerti

Aspek komunukasi yang terpenting dan yang senantiasa pemimpin lupakan ialah pengertian. Banyak komunikasi mempunyai arti emosional dan logis. Untuk mengetahuinya dalam arti ini, seorang pemimpin harus mempunyai pengertian yang mendalam tentang motivasi manusia dan bukan saja harus sanggup mendengar dan membaca kata-kata, tetapi arti dibalik kata-kata tersebut.

Komunikasi yang baik dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh berbagai faktor. Diantaranya adalah seseorang faham tentang prinsip-prinsip serta teknik berkomunikasi secara baik. Ada dua prinsip komunikasi yang baik yaitu:

a. Prinsip berbicara yang baik.

Prinsip ini lebih menekankan bagaimana berbicara dapat mempengaruhi orang lain. Artinya proses penyampaian pesan komunikator kepada komunikan secara verbal, sampai pada sasaran.

b. Mendengar dengan aktif.

Ungkapan mengatakan kalau seseorang ingin didengar orang maka seseorang harus belajar menjadi pendengar yang baik. Artinya mendengar adalah hal yang utama dalam komunikasi, mendengar dengan aktif berarti mendengar apa yang dikatakan dibalik pesan.

3. Peranan komunikasi yang baik bagi seorang pemimpin.

Komunikasi yang baik perlu untuk dilakukan di mana saja dan kepada siapa saja, baik itu di dalam keluarga, seperti komunikasi antara orang tua dan anak, di lingkungan pekerjaan, ataupun di lingkungan sosial masyarakat. Adapun peranan komunikasi yang baik bagi seorang pemimpin yaitu:

1. Menyampaikan informasi

Memberikan sebuah pesan berupa fakta, data, opini, berita atau komentar yang dibutuhkan agar komunikan dapat mengerti. Selanjutnya diharapkan komunikan dapat beraksi secara jelas terhadap kondisi, situasi lingkungan serta orang lain, dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Termasuk dalam kategori informasi, adalah sosialisasi hal-hal tertentu khususnya dalam komunikasi massa.

2. Mendidik

Menyampaikan ilmu pengetahuan atau fakta ilmiah dengan tujuan mendorong perkembangan intelektual, menambah pengetahuan dan atau ketrampilan tertentu. Memberikan bahan diskusi untuk tujuan melatih berpikir, adalah contoh informasi untuk mendidik.

3. Menghibur

Proses komunikasi yang berfungsi untuk memulihkan suasana hati komuikan yang memeiliki perasaan tidak nyaman menjadi nyaman, menghilangkan kesedihan atau menumbuhkan suasana kegembiraan. Fungsi komunikasi yang bersifat menghibur dapat ditujukan untuk individu maupun kelompok.

4. Mempengaruhi

Proses komunikasi yang fungsinya mengubah komunikan sehingga terjadi perubahan dari keadaan sebelumnya. Pengaruh perubahan yang terjadi dalam hal ini dapat berupa perubahan ideologi, perubahan sikap, perubahan pilihan, perubahan pengertian, sampai pada perubahan kepercayaan, contoh komunikasi yang mempengaruhi adalah pemberian motivasi kepada komunikan, agar komunikan menjadi lebih maju dalam hal-hal terytentu. Komunikasi untuk mengintergrasikan beberapa unsur yang berbeda supaya menjadi kompak, menjadikan komunikasi tersebut memiliki fungsi untuk mempengaruhi.

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Komunikasi yang baik sangat perlu bagi seorang pemimpin, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, dan sosial kemasyarakatan lainnya. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik seseorang perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti cara berkomunikasi yang baik dan prosesnya, (hal ini menyangkut teknik berkomunikasi). Dengan komunikasi yang baik diharapkan informasi yang baik dan bermanfaat dapat disampaikan dan dipahami dengan baik kepada pendengarnya dengan tepat sasaran.

B. Saran

Para mahasiswa teologi adalah calon-calon hamba Tuhan atau telah berstatus sebagai hamba Tuhan, sangat penting menguasai kemampuan berkomunikasi yang baik, pelayanannya kepada Tuhan akan ditunjang semakin lancar dan menjadi berkat.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Allen, A, Louis. 1996. Karya Management. Jakarta: P.T. Pembangunan.

AS, Enjang. 2009. Komunikasi Konseling. Bandung: Nuansa.

Effendy, Uchjana, Onong. 1981. Kepemimpinan dan Komunikasi. Bandung: Alumni.

Handoko, Hani, T. 1993. Manajemen. Yogyakarta: BPFE – Yogyakarta.

Poerwadarminta, S, J, W. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Purnomo, T, Supangat. 2009. Diktat Komunikasi. Salatiga: STTN.

Supramono. 2001. Manajemen